Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Minggu, 15 April 2018


       ARTIKEL DEPRESI
PSIKOLOGI ABNORMAL
Nama: Emiliano Domingos Lemos
Nim : 16.310.410.1150
Fakultas: Psikologi
Dosen: Fx Wahyu Widiantoro S,Psi M,Psi

Depresi dapat memiliki dampak negatif pada hidup anda. Depresi merupakan perasaan yang dialami oleh setiap orang pada satu masa dalam kehidupan mereka. Artikel ini menjelaskan bagaimana mengatasi depresi dan mengubah hidup anda dengan menyingkirkan efek-efek negatif yang muncul dari depresi.
Perasaan-perasaan negatif seperti kesedihan, kekhawatiran, dan frustrasi merupakan perasaan-perasaan yang umum dirasakan oleh banyak orang. Merupakan suatu hal yang wajar jika anda merasa kecewa setelah mengalami kegagalan, sedih, perpisahan atau kehilangan.
Sekali lagi, perasaan-perasaan tersebut adalah hal yang wajar dan dalam beberapa kejadian, perasaan-perasaan tersebut justru dapat digunakan untuk keuntungan kita karena perasaan-perasaan tersebut menunjukkan kelemahan kita. Pengalaman yang muncul dari kondisi negatif dalam hidup kita tersebut memberikan kita keberanian dan kemauan untuk mengubah hidup kita serta kekuatan untuk menangani depresi dan situasi negatif lainnya di masa yang akan datang.
Ketika perasaan negatif semacam ini terus menerus muncul, bertahan lebih dari dua minggu, dan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari kita, pekerjaan, diet, tidur dan hubungan kita; maka kemungkinan besar kita mengalami depresi dan kita harus menemukan cara untuk mengatasinya. Karakteristik utama depresi adalah perasaan negatif dan kesedihan yang sangat mendalam dan terjadi dalam waktu yang lama.
Apa Gejala-Gejala Utama Depresi Yang Muncul Dalam Kehidupan Kita?
– Duka berkepanjangan
– Stamina rendah dan sering merasa letih
– Bertambah atau berkurangnya nafsu makan
– Bertambah atau berkurangnya keinginan untuk tidur
– Stress, cepat marah dan frustrasi
– Tidak ada hasrat seksual
– Tidak memiliki harapan terhadap masa depan.
Bagaimana Kita Mengatasi Depresi?
Kita bisa mengatasi depresi dengan bantuan seorang spesialis. Nasihat yang diberikan seorang spesialis dapat sangat bermanfaat. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki mekanisme biologis dalam pola pikir yang memungkinkan seseorang merasa depresi. Untuk mengatasi depresi dengan efektif, anda harus merubah pandangan dan pola pikir anda. Dengan mengubah pola pikir bagi mereka yang menderita depresi, anda bisa menciptakan perlindungan jangka panjang terhadap depresi.
Bagaimana Mengatasi Depresi dengan Mengandalkan Diri Sendiri?
Selain bantuan dari seorang spesialis, anda bisa mengatasi depresi dengan mengandalkan diri anda sendiri; antara lain dengan:
Menerima Diri Anda Sendiri dan Kelemahan
AndaKenali Pikiran-Pikiran Serta Perasaan Negatif Anda
Menurut saya Depresi itu adalah salah satu gangguan yang diawali dari pemikiran seseorang di mana ia menghadapi setiap situasi dan kurangnya kemampuan akan kontrol diri makanya sangat mempengaruhi kepribadianya. Oleh karena itu depressi itu dapat bisa di obati dari diri sendiri bagaimana bisa menerima diri kita serta kelemahan dan juga kenali pikiran pikiran serta perasaan negative kita.

ARTIKEL TENTANG STRESS
PSIKOLOGI ABNORMAL
Nama: Emiliano Domingos Lemos
Nim : 16.310.410.1150
Fakultas: Psikologi
Dosen: Fx Wahyu Widiantoro S,Psi M,Psi

Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.
Efek-efek stress menurut Hans selye:
Stress dapat menyebabkan perasaan negatif atau yang berlawanan dengan apa yang diinginkan atau mengancam kesejahteraan emosional. Stress dapat menggangu cara seseorang dalam menyerap realitas, menyelesaikan masalah, berfikir secara umum dan hubungan seseorang dan rasa memiliki. Terjadinya stress dapat disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stressor,stressor ialah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan. Stressor secara umum dapat diklasifikasikan sebagai stressor internal atau eksternal.Stressor internal berasal dari dalam diri seseorang (mis. Kondisi sakit,menopause, dll ). Stressor eksternal berasal dari luar diri seseorang atau lingkuangan (mis. Kematian anggota keluarga, masalah di tempat kerja, dll).
Faktor-faktor individual dan sosial yang menjadi penyebab stress:
Sumber-sumber stress didalam diri seseorang: Kadang-kadang sumber stress itu ada didalam diri seseorang. Salah satunya melalui kesakitan. Tingkatan stress yang muncul tergantung pada rasa sakit dan umur inividu (sarafino, 1990). Stress juga akan muncul dalam seseorang melalui penilaian dari kekuatan motivasional yang melawan, bila seseorang mengalami konflik. Konflik merupakan sumber stress yang utama.
Sumber-sumber stress di dalam keluarga: Stress di sini juga dapat bersumber dari interaksi di antara para anggota keluarga, seperti : perselisihan dalam masalah keuangan, perasaan saling acuh tak acuh, tujuan-tujuan yang saling berbeda dll. Misalnya : perbedaan keinginan tentang acara televisi yang akan ditonton, perselisihan antara orang tua dan anak-anak yang menyetel tape-nya keras-keras, tinggal di suatu lingkungan yang terlalu sesak, kehadiran adik baru. Khusus pada penambahan adik baru ini, dapat menimbulkan perasaan stress terutama pada diri ibu yang selama hamil (selain perasaan senang, tentu), dan setelah kelahiran.
Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan: interaksi subjek diluar lingkungan keluarga melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya: pengalaman stress anak-anak disekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga. Sedangkan beberapa pengalaman stress oang tua bersumber dari pekerjaannya, dan lingkungan yang stressful sifatnya. Khususnya ‘occupational stress’ telah diteliti secra luas.
Pekerjaan dan stress: Hampir semua orang didalam kehidupan mereka mengalami stress sehubungan denga pekerjaan mereka. Tidak jarang situasi yang ‘stressful’ ini kecil saja dan tidak berarti, tetapi bagi banyak orang situasi stress itu begitu sangat terasa dan berkelanjutan didalam jangka waktu yang lama. Faktor-faktor yang membuat pekerjaan itu ‘stressful’ ialah :
1.   Tuntutan kerja: pekerjaan yang terlalu banyak dan membuat orang bekerja terlalu keras dan lembur, karena keharusan mengerjakannya.
2.    Jenis pekerjaan: jenis pekerjaan itu sendiri sudah lebih ‘stressful’ dari pada jenis pekerjaan lainnya. Pekerjaan itu misalnya: jenis pekerjaan yang memberikan penilaian atas penampilan kerja bawahannya (supervisi), guru, dan dosen.
3.    Pekerjaan yang menuntut tanggung jawab bagi kehidupan manusia: contohnya tenaga medis mempunyai beban kerja yang berat dan harus menghadapi situasi kehidupan dan kematian setiap harinya. Membuat kesalahan dapat menimbulkan konsekuensi yang serius.
Strategi koping yang spontan mengatasi strees:

Dukungan sosial dan konsep-konsep terkait : beberapa penulis meletakkan dukungan sosial terutama dalam konteks hubungan yang akrab atau ‘kualitas hubungan’ (Winnubst dkk,1988). Menurut Robin & Salovey (1989) perkawinan dan keluarga barangkali merupakan sumber dukungan sosial yang penting. Akrab adalah penting dalam masalah dukungan sosial, dan hanya mereka yang tidak terjalin suatu keakraban berada pada resiko.
Para ilmuan lainnya menetapkan dukungan sosial dalam rangka jejaring sosial. Wellman (1985) meletakkan dukungan sosial didalam analisis jaringan yang lebih longgar : dukungan sosial yan hanya dapat dipahami kalau orang tahu tentang struktur jaringan yang lebih luas yang didalamnya seorang terintegrasi. Segi-segi struktural jaringan ini mencangkup pengaturan-pengaturan hidup, frekuensi kontak, keikutsertaan dalam kegiatan sosial, keterlibatan dalam jaringan sosial (Ritter, 1988). Rook (1985) menganggap dukungan sosial sebagai satu diantara fungsi pertalian (atau ikatan) sosial. Segi-segi fungsional mencangkup : dukungan emosional, mendorong adanya ungkapan perasaan, pemberian nasehat atau informasi, pemberian bantuan material (Ritter, 1988).  Ikatan-ikatan sosial menggambarkan tingkat dan kualitas umum dari hubungan interpersonal.

Menurut Saya stress merupaka n kondisi interpersonal yang tidak terselesaikan dengan baik seperti urusan pribadi, keluarga, pekerjaan dan lain lain yang tidak di arahkan dengan baik dan pada akhirnya mengakibatkan stress ba individu. Dan hal yang  paling penting adalah untuk mempersiapkan kondisi interpersonal yang baik dalam hal lingkungan, keluarga, social, kerja dan lain lain agar dapat mengkondisikan pikiran yang baik agar tidak dapat mengakibatkan stress.


ARTIKEL TENTANG GANGGUAN KEPRIBADIAN 
PSIKOLOGI ABNORMAL
Nama: Emiliano Domingos Lemos
Nim : 16.310.410.1150
Fakultas: Psikologi
Dosen: Fx Wahyu Widiantoro S,Psi M,Psi


Gangguan psikologi yang terjadi dapat berupa gangguan yang ringan hingga parah. gangguan tersebut harus diatasi dengan baik agar orang yang mengalaminya dapat hidup dengan layak seperti sebelumnya. Keluarga sebagai orang terdekat dapat membantu memperbaiki psikologi yang sedang sakit ini. Namun apabila tidak sanggup atau kurang mengerti tentang cara menangani gangguan psikologi ini dapat meminta bantuan dari ahli yang memahami psikologi. Lantas, apa saja yang termasuk di dalam psikologi abnormal dan jenis gangguan kepribadian yang dapat terjadi pada seseorang?
Bagi Anda yang tertarik ingin mengetahui lebih jauh seputar psikologi abnormal dan jenis gangguan kepribadian, melalui artikel ini kami akan membahasnya secara detail. Berikut ini adalah beberapa bentuk psikologi yang abnormal dan jenis dari gangguan kepribadian.
1. Borderline.
Orang yang mengalami gangguan jenis ini mempunyai keinginan yang tertentu dan kadang sulit diperoleh sehingga menimbulkan kondisi yang kurang stabil. Apabila tidak diperoleh yang diharapkan mereka cenderung bertindak ekstrim hingga bunuh diri.
2. Avoidant.
Orang yang mengalami gangguan jenis ini cenderung menolak interaksi dengan orang lain dan kurang suka berkomunikasi sehingga sering menyendiri.
3. Obsesif.
Orang dengan gangguan kepribadian jenis ini menginginkan segala sesuatunya berjalan dengan sempurna dan tidak menerima kesalahan meskipun hanya sedikit. Orang ini sering melakukan segala sesuatunya sendiri karena tidak mempercayai kemampuan orang lain.
4. Paranoid.
Orang yang memiliki gangguan kepribadian paranoid selalu bersikap curiga kepada orang lain. Mereka menganggap orang lain ingin melakukan hal yang negatif terhadap dirinya sehingga sering menuduh kepada orang lain. Kondisi ini dapat menyebabkan hubungan dengan orang lain tidak dapat berjalan dengan baik.
5. Histrionic.
Orang jenis ini selalu mencari perhatian dan mendominasi percakapan. Ia ingin menjadi pusat perhatian dan akan melakukan segala sesuatu untuk memperoleh perhatian dari banyak orang.
6. Narcissistic.
Orang dengan gangguan kepribadian ini mempunyai sifat yang egois dan tidak senang apabila orang lain menjadi pusat perhatian.
Menurut aku gangguan kepribadian terkait psikologi abnormal dan jenis gangguan kepribadian yang dapat terjadi di dalam kehidupan adalah yang seperti saya sebutkan di atas serta bentuk bentuk dan penjelasannya dan juga setiap individu memiliki kepribadian yang berbedah bedah.



ARTIKEL DEPRESI
PSIKOLOGI ABNORMAL
Nama: Emiliano Domingos Lemos
Nim : 16.310.410.1150
Fakultas: Psikologi
Dosen: Fx Wahyu Widiantoro S,Psi M,Psi

Depresi dapat memiliki dampak negatif pada hidup anda. Depresi merupakan perasaan yang dialami oleh setiap orang pada satu masa dalam kehidupan mereka. Artikel ini menjelaskan bagaimana mengatasi depresi dan mengubah hidup anda dengan menyingkirkan efek-efek negatif yang muncul dari depresi.
Perasaan-perasaan negatif seperti kesedihan, kekhawatiran, dan frustrasi merupakan perasaan-perasaan yang umum dirasakan oleh banyak orang. Merupakan suatu hal yang wajar jika anda merasa kecewa setelah mengalami kegagalan, sedih, perpisahan atau kehilangan.
Sekali lagi, perasaan-perasaan tersebut adalah hal yang wajar dan dalam beberapa kejadian, perasaan-perasaan tersebut justru dapat digunakan untuk keuntungan kita karena perasaan-perasaan tersebut menunjukkan kelemahan kita. Pengalaman yang muncul dari kondisi negatif dalam hidup kita tersebut memberikan kita keberanian dan kemauan untuk mengubah hidup kita serta kekuatan untuk menangani depresi dan situasi negatif lainnya di masa yang akan datang.
Ketika perasaan negatif semacam ini terus menerus muncul, bertahan lebih dari dua minggu, dan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari kita, pekerjaan, diet, tidur dan hubungan kita; maka kemungkinan besar kita mengalami depresi dan kita harus menemukan cara untuk mengatasinya. Karakteristik utama depresi adalah perasaan negatif dan kesedihan yang sangat mendalam dan terjadi dalam waktu yang lama.
Apa Gejala-Gejala Utama Depresi Yang Muncul Dalam Kehidupan Kita?
– Duka berkepanjangan
– Stamina rendah dan sering merasa letih
– Bertambah atau berkurangnya nafsu makan
– Bertambah atau berkurangnya keinginan untuk tidur
– Stress, cepat marah dan frustrasi
– Tidak ada hasrat seksual
– Tidak memiliki harapan terhadap masa depan.
Bagaimana Kita Mengatasi Depresi?
Kita bisa mengatasi depresi dengan bantuan seorang spesialis. Nasihat yang diberikan seorang spesialis dapat sangat bermanfaat. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki mekanisme biologis dalam pola pikir yang memungkinkan seseorang merasa depresi. Untuk mengatasi depresi dengan efektif, anda harus merubah pandangan dan pola pikir anda. Dengan mengubah pola pikir bagi mereka yang menderita depresi, anda bisa menciptakan perlindungan jangka panjang terhadap depresi.
Bagaimana Mengatasi Depresi dengan Mengandalkan Diri Sendiri?
Selain bantuan dari seorang spesialis, anda bisa mengatasi depresi dengan mengandalkan diri anda sendiri; antara lain dengan:
Menerima Diri Anda Sendiri dan Kelemahan
AndaKenali Pikiran-Pikiran Serta Perasaan Negatif Anda
Menurut saya Depresi itu adalah salah satu gangguan yang diawali dari pemikiran seseorang di mana ia menghadapi setiap situasi dan kurangnya kemampuan akan kontrol diri makanya sangat mempengaruhi kepribadianya. Oleh karena itu depressi itu dapat bisa di obati dari diri sendiri bagaimana bisa menerima diri kita serta kelemahan dan juga kenali pikiran pikiran serta perasaan negative kita.

ARTIIKEL TENTANG GANGGUAN JIWA
PSIKOLOGI ABNORMAL


Nama: Emiliano Domingos Lemos
Nim : 16.310.410.1150
Fakultas: Psikologi
Dosen: Fx Wahyu Widiantoro S,Psi M,Psi

Gangguan jiwa adalah gangguan pada satu atau lebih fungsi jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya (Stuart & Sundeen, 1998).

Gangguan jiwa dapat mengenai setiap orang, tanpa mengenal umur, ras, agama, maupun status sosial dan ekonomi. Banyak tokoh jenius yang mengalami gangguan kejiwaan, seperti Abraham Lincoln yang mengalami Depression, Michaelangelo mengalami Autism, Ludwig von Beethoven mengalami Bipolar Disorder, Charles Darwin mengalami Agoraphobia, Leo Tolstoy mengalami Depression.

Gangguan jiwa bukan disebabkan oleh kelemahan pribadi. Di masyarakat banyak beredar kepercayaan atau mitos yang salah mengenai gangguan jiwa, ada yang percaya bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh gangguan roh jahat, ada yang menuduh bahwa itu akibat guna-guna, karena kutukan atau hukuman atas dosanya. Kepercayaan yang salah ini hanya akan merugikan penderita dan keluarganya karena pengidap gangguan jiwa tidak mendapat pengobatan secara cepat dan tepat (Notosoedirjo, 2005).

Secara lebih rinci, gangguan jiwa bisa dimaknai sebagai suatu kondisi medis dimana terdapat gejala atau terjadinya gangguan patofisiologis yang menganggu kehidupan sosial, akademis dan pekerjaan. Gangguan tersebut bisa berbentuk apa saja yang beresiko terhadap pribadi seseorang dan lingkungan sekitarnya.
Contoh ekstrim yang sering kita lihat dari gangguan jiwa ini adalah mereka yang menderita skizophrenia. Mereka sering bicara sendiri, tertawa sendiri, cepat tersinggung atau marah sehingga tidak bisa ikut dalam kegiatan sosial.
Contoh gangguan jiwa ringan yang sebenarnya banyak terjadi, namun sering dianggap masalah sepele adalah phobia. Takut ketinggian atau acrophobia misalnya, sebenarnya masalah sepele, namun akan berdampak negatif apabila si penderita diharuskan untuk bekerja di tempat yang tinggi. Misal si penderita menjadi pegawai di sebuah perusahaan yang kantornya ada di lantai 8 sebuah gedung.
Ada penderita phobia yang harus rela kehilangan pekerjaan yang sebenarnya sangat ia impikan karena masalah seperti tadi. Kasus seperti ini juga contoh dari efek negatif  gangguan jiwa terhadap diri sendiri.

Penyebab Gangguan Jiwa
Pertama, Faktor Organobiologi seperti faktor keturunan (genetik), adanya ketidakseimbangan zat­zat neurokimia di dalam otak.
Kedua, Faktor Psikologis seperti adanya mood yang labil, rasa cemas berlebihan, gangguan persepsi yang ditangkap oleh panca indera kita (halusinasi).
Dan  yang ketiga adalah Faktor Lingkungan (Sosial) baik itu di lingkungan terdekat kita (keluarga) maupun yang ada di luar lingkungan keluarga seperti lingkungan kerja, sekolah, dll. Biasanya gangguan tidak terdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur itu yang saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalu timbulah gangguan badan atau pun jiwa.

Jenis/Macam Gangguan Jiwa
Skizofrenia
Merupakan bentuk psikosa fungsional paling berat, dan menimbulkan disorganisasi personalitas yang terbesar.

Skizofrenia juga merupakan suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dimana-mana sejak dahulu kala. Meskipun demikian pengetahuan kita tentang sebab-musabab dan patogenisanya sangat kurang (Maramis, 1994).Dalam kasus berat, klien tidak mempunyai kontak dengan realitas, sehingga pemikiran dan perilakunya abnormal.
Perjalanan penyakit ini secara bertahap akan menuju kearah kronisitas, tetapi sekali-kali bisa timbul serangan. Jarang bisa terjadi pemulihan sempurna dengan spontan dan jika tidak diobati biasanya berakhir dengan personalitas yang rusak ” cacat ” (Ingram et al.,1995).

Depresi adalah gangguan patologis terhadap mood mempunyai karakteristik berupa bermacam-macam perasaan, sikap dan kepercayaan bahwa seseorang hidup menyendiri, pesimis, putus asa, ketidakberdayaan, harga diri rendah, bersalah, harapan yang negatif dan takut pada bahaya yang akan datang.

Depresi menyerupai kesedihan yang merupakan perasaan normal yang muncul sebagai akibat dari situasi tertentu misalnya kematian orang yang dicintai. Sebagai ganti rasa ketidaktahuan akan kehilangan seseorang akan menolak kehilangan dan menunjukkan kesedihan dengan tanda depresi (Rawlins et al., 1993).

Individu yang menderita suasana perasaan (mood) yang depresi biasanya akan kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju keadaan mudah lelah dan berkurangnya aktifitas (Depkes, 1993). Depresi dianggap normal terhadap banyak stress kehidupan dan abnormal hanya jika ia tidak sebanding dengan peristiwa penyebabnya dan terus berlangsung sampai titik dimana sebagian besar orang mulai pulih (Atkinson, 2000).
  Kecemasan
kecemasa pengalaman psikis yang biasa dan wajar, yang pernah dialami oleh setiap orang dalam rangka memacu individu untuk mengatasi masalah yang dihadapi sebaik-baiknya, Maslim (1991). Suatu keadaan seseorang merasa khawatir dan takut sebagai bentuk reaksi dari ancaman yang tidak spesifik (Rawlins 1993).

Penyebab maupun sumbernya biasa tidak diketahui atau tidak dikenali. Intensitas kecemasan dibedakan dari kecemasan tingkat ringan sampai tingkat berat. Menurut Sundeen (1995) mengidentifikasi rentang respon kecemasan ke dalam empat tingkatan yang meliputi, kecemasan ringan, sedang, berat dan kecemasan panik.

Menurut aku Gangguan Jiwa adalah gangguan pada satu atau lebih fungsi jiwa. Gangguan jiwa adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita dan keluarganya.